Selasa, 08 April 2014

Lebih Baik Toilet Duduk Atau Toilet Jongkok ?



            Anda pilih toilet duduk atau toilet jongkok? Bagaimana pun toilet adalah sarapan setiap pagi. Meskipun pertanyaan ini terkesan sepele, ternyata efeknya cukup besar terhadap kesehatan kita. Untuk bicara masalah pilihan toilet jongkok atau toilet duduk yang baik untuk kesehatan, resiko secara keseluruhan mungkin kita lihat pertama adalah masalah faktor higienis atau kebersihannya. Yang mana yang beresiko lebih “jorok” atau yang lebih bersih, yang mana?






  • Kalau kita lihat dari masalah higienisnya, jelas toilet duduk yang beresiko. Kenapa beresiko? Karena memang kulit kita ini akan kontak dengan WC duduk. Ini yang menjadi masalah, kalau misalnya ada orang yang juga jamur. Tentu juga kita bisa tertular. Berarti kalau untuk kebersihannya, terutama untuk toilet-toilet umum usahakan ada beberapa fasilitas umum yang sudah menyediakan alas. Kemudian misalkan kalau anda membawa tisu basah, sebisa mungkin dilap dulu. Kalau di pesawat kan punya yang artinya disposable, jadi bisa ganti. Dilap, baru dinikmati duduk. Setidaknya meminimalkan kontak kuman dari permukaan toilet ke kulit. Dan jangan heran, kadang-kadang suka gatal-gatal yang bisa jadi karena proses kontak tadi.
  • Kalau kita bicara soal higienis, toilet jongkok ini memang yang menjadi masalahnya adalah kadang-kadang kalau memang ada sisa-sisa, itulah baunya tidak sedap. Tapi kalau sebenarnya, kita sendiri tidak akan kontak langsung dengan WC jongkok ini. Resiko kontak lebih minimal dengan menggunakan yang jongkok. Bicara masalah anatomi atau organ tubuh, yang dianjurkan duduk apa jongkok? Sebenarnya usus kita itu paling bawah (poros usus) agak berbelok sedikit. Nah, kalau kita dalam posisi jongkok, maka yang beloknya itu akan lurus. Jadi dampaknya apa? Jadi kotoran kita gampang keluar. Nggak perlu ngeden dan nggak perlu ekspresi muka yang sangat ekstrim. Ada suatu otot yang kalau misalnya kita di posisi jongkok, otot itu akan terdorong lemas sehingga kotoran menjadi mudah keluar.


            Ada suatu penelitian yang menyatakan tinggi dari toilet itu menentukan kecepatan seseorang menghabiskan sisa kotoran. Semakin tinggi toilet, yang duduk menjadi semakin lama untuk usaha karena ternyata dikaitkan dengan anatomi usus tadi. Selain bicara masalah posisi, berarti yang jongkok ini lebih baik untuk posisi usus dan artinya kotoran kita menjadi cepat keluar. Yang menjadi bermasalah itu, kenapa orang menjadi susah buang air besar misalnya. Lama-lama kalau susah buang air besar menjadi ambeien. Karena tadi, terlalu berlama-lama di WC. Apalagi dengan duduk nyaman di toilet duduk, koran dari halaman 1 sampai 16 habis, update status. Itu tidak baik ternyata untuk kesehatan dan juga tidak baik untuk anggota keluarga yang lain. Menunggu!


            Selanjutnya ada masalah resiko Ambeien, Wasir, atau Hemoroid. Nah, berarti pencetus salah satu resikonya adalah toilet duduk itu tadi. Dan artinya bagaimana kita WC ini kita gunakan. Memang menjadi masalah kalau kebetulan kita gemuk, orangtua, posisi jongkok bangunnya susah nggak? Pasti susah. Faktor usia musti diperhatikan, yang mensiasati biasanya musti ada pegangannya agar kita benar-benar dibantu. Yang dikhawatirkan dia duduk apa jongkok bisa berdiri kagak? Dan cedera lutut. Kemudian selain orangtua adalah kegemukan itu juga hati-hati.

Berarti solusinya kalau untuk masalah orangtua, kegemukan, atau ada kondisi yang tidak kuat dengan fisiknya lebih baik yang duduk daripada yang jongkok. Tapi kalau untuk kesehatan khusus kemudian menghindari Hemoroid atau Wasir, toilet yang jongkok. Jadi memang sebaiknya juga ini dilatihkan pada anak-anak untuk yang jongkok. Karena untuk memperkuat otot-otot panggulnya itu tadi, sehingga buang air besar (BAB) itu menjadi lebih mudah setiap harinya. Karena kita kalau bicara soal buang air besar (BAB) air kemudian serat kemudian gerakan dari usus tersebut. Nah yang terakhir adalah kekuatan dari otot-otot yang dibawah tadi itu. Jadi kalau kita sering melatih seperti ini misalnya otot panggul kita ini dilatih dengan posisi WC jongkok begini itu menjadi kuat. Sehingga kita terhindar dari penyakit susah BAB, Konstipasi. Nanti kalau kita BABnya lancar tentu kita terhindar dari penyakit Wasir dan Ambeien.

Misalkan di rumah tidak ada toilet jongkok adanya toilet duduk, numpang toilet tetangga kan nggak mungkin. Solusinya apa? Karena prinsipnya tadi posisi itu dibuat lurus. Bagaimana kita mengakalinya?

Misalnya kita taruh kursi di depannya. Arah pembicaraannya, kita buat postur tubuh seolah-olah toilet jongkok tapi kenyamanan tetap toilet duduk. Nah, mau baca 60 halaman silahkan.


  


Rabu, 06 Maret 2013

Hukum Tato & Tindik Dalam Islam



Tubuh kita & seluruh bagiannya merupakan titipan dari Allah SWT. Dimana kita sebagai umat-Nya diminta untuk melindungi & merawatnya dengan seksama. Untuk itu, kita tidak diperbolehkan merubah ataupun merusaknya dengan tindakan yang tidak perlu. Kita hanya boleh turut campur dengan tubuh kita ketika memperbaiki cacat alami yang diderita, atau menyembuhkan dari suatu penyakit. Namun sayangnya banyak yang masih belum memahami esensi dari makna titipan ini. Banyak yang melakukan perbuatan mengubah bentuk. Body piercing & tato adalah dua diantaranya.


Body piercing (tindik tubuh) kini dilakukan sebagai ritual adat & menunjukkan status sosial di masyarakat mereka. Tindik dianggap sebagai salah satu cara manusia untuk menghias tubuh & merubah penampilan. Masing-masing negara menggunakan tradisi tua ini sesuai kebudayaan yang dianut. Di indonesia tradisi body piercing bisa kita temui pada warga Suku Asmat, khususnya di Kabupaten Merauke. Dan Suku Dani di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Ritual dilakukan dengan cara menusuki bagian hidung dengan batang kayu atau tulang belikat babi sebagai tanda telah memasuki tahap kedewasaan. Model-model body piercing dari suku-suku inilah yang akhirnya menginspirasi komunitas piercing di dunia.

Kini menindik tubuh bukanlah hal yang asing kita temui, bahkan pada pria sekalipun. Dulu piercing hanya kita temukan pada kaum hawa. Itupun hanya sebatas ear piercing (tindik telinga). Sedangkan bagi pria menurut ajaran Islam tidak memerlukan tindik telinga. Islam melarang laki-laki untuk meniru gaya yang menyerupai perempuan, begitu pun sebaliknya. Dalam Hadist Riwayat Bukhori tertulis: “Rasulullah SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita, & wanita yang menyerupai laki-laki”. Tindik sekarang sudah mengembara ke berbagai bagian tubuh lain yang memiliki tulang rawan (daging lunak), seperti: hidung, bibir, alis mata, lidah, dagu, puting, pusar, & organ lain yang biasa tertutup rapat. Perlu diingat, bahwa secara medis tindik telinga mengandung lebih sedikit bahaya jika dibandingkan dengan tindik pada bagian tubuh lainnya. Karena tindik dilakukan di tulang rawan yang lukanya mudah dikontrol & infeksinya bisa dilokalisir. Namun di bagian tubuh yang lain, seperti pada lidah sulit untuk mengontrol luka dari gesekan bahan-bahan yang tidak higienis. Tindik lidah sangatlah berbahaya & besar resikonya. Tindik di bagian ini bisa menyebabkan penyakit jantung & berujung pada kematian. Seperti kita ketahui, mulut manusia mengandung berjuta-juta bakteri. Sehingga lubang pada daerah tindikan di lidah akan membentuk sarang bakteri. Dan disitulah kesempatan besar bakteri untuk iku mengalir bersama darah, & akhirnya dapat menyebabkan infeksi-infeksi berat seperti Angin a Ludwig & Endocarditis.







Angina Ludwig adalah infeksi akut yang menginfeksi lapisan dalam dasar mulut, yang ditandai dengan pembengkakan & dapat menutup saluran nafas. Sedangkan Endocarditis adalah infeksi pada lapisan dalam jantung yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Karena bakteri oral dapat masuk ke dalam aliran darah melalui luka di lidah & membuka jalan menuju jantung.

Dari uraian tadi, jelaslah bahwa tindik di tempat-tempat yang tidak umum sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Terlebih jika tindik dilakukan oleh orang yang tidak memiliki latar belakang medis, sehingga tidak bisa memberikan pengobatan/perawatan pasca tinggi untuk mencegah terjadinya infeksi.

“Dan aku (syaitan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya. Dan akan aku suruh mereka mengubah ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka Sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata”

Allah SWT telah menciptakan manusia dengan kondisi & bentuk yang paling sempurna. Kita diberikan kulit yang bersih saat dilahirkan ke dunia. Jika mentato, berarti ada bagian tubuh yang kita rubah. Kulitnya yang awalnya bersih jadi tergambar. Dalam Islam, tato dapat membawa hukuman kepada pembuat tato, bukan hanya orang yang mentato tubuhnya. Dalam Hadist Riwayat Bukhori, Rasulullah SAW bersabda: “Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan. Wanita yang mentato dan yang meminta ditatokan”. Alasan lain mengapa tato haram, karena tindakan tersebut merupakan najis. Karena dalam prosesnya bercampur dengan darah suatu zat yang najis. Saat orang ditato, tinta tato yang dimasukkan ke dalam tubuh akan bercampur dengan darah yang ada di dalam tubuh. Sehingga gambar yang keluar di tangan adalah campuran antara tinta tato dengan darah yang ada di dalam tubuh. Jadi di bagian luar tubuh kita terdapat darah kering yang telah tercampur dengan tinta yang membentuk tato. Dikhawatirkan hal ini akan menjadi tidak sah ketika shalat dan melakukan ibadah lainnya, karena adanya najis yang melekat didalam bentuk tato tersebut.

Namun Allah SWT sangat sayang kepada hamba-Nya, apalagi pada hamba-Nya yang bertobat. Jika seseorang masuk Islam, maka Allah SWT akan mematikan semua pelanggaran di masa lalunya. Seperti Abdul Malik mantan musisi Heavy Metal Punk ini yang kemudian pindah masuk Islam.

Dari segi medis, tato juga sangat dilarang. Orang yang gemar bertato sangat beresiko terserang berbagai macam penyakit. Karena dengan melukai badan dengan bertato, ketika jarum tato mulai menusuk anggota tubuh, peluang untuk terluka sangat besar. Pada luka itulah, bermacam bibit penyakit mengintai untuk masuk ke dalam tubuh. Luka yang ditimbulkan dapat berakibat iritasi, yang berujung kepada infeksi dan berbagai macam penyakit.

Fakta menunjukkan bahwa orang yang bertato memiliki resiko untuk mendapatkan berbagai jenis penyakit. Seperti: HIV AIDS, Hepatitis B dan C, Tetanus, Abses (bisul bernanah), Infeksi Kronis.
Resiko lain yang harus dihadapi yaitu, penggunaan jarum tato yang tidak steril. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pentato menggunakan jarum steril & baru, dan bukan jarum bekas yang dipakai berulang kali.

Sebagai seorang muslim yang telah diberi petunjuk tentang mana yang haq dan mana yang bathil, sebaiknya kita belajar tentang bagaimana merawat titipan Allah SWT berupa tubuh kita dengan sebaik-baiknya. Dan tidak perlu ikut-ikutan mengikuti gaya hidup yang lebih banyak merugikan bagi tubuh.


Info by : Mozaik Islam (TRANS TV)