Anda pilih toilet duduk atau toilet
jongkok? Bagaimana pun toilet adalah sarapan setiap pagi. Meskipun pertanyaan
ini terkesan sepele, ternyata efeknya cukup besar terhadap kesehatan kita. Untuk
bicara masalah pilihan toilet jongkok atau toilet duduk yang baik untuk
kesehatan, resiko secara keseluruhan mungkin kita lihat pertama adalah masalah
faktor higienis atau kebersihannya. Yang mana yang beresiko lebih “jorok” atau
yang lebih bersih, yang mana?
- Kalau kita lihat dari masalah higienisnya, jelas toilet duduk yang beresiko. Kenapa beresiko? Karena memang kulit kita ini akan kontak dengan WC duduk. Ini yang menjadi masalah, kalau misalnya ada orang yang juga jamur. Tentu juga kita bisa tertular. Berarti kalau untuk kebersihannya, terutama untuk toilet-toilet umum usahakan ada beberapa fasilitas umum yang sudah menyediakan alas. Kemudian misalkan kalau anda membawa tisu basah, sebisa mungkin dilap dulu. Kalau di pesawat kan punya yang artinya disposable, jadi bisa ganti. Dilap, baru dinikmati duduk. Setidaknya meminimalkan kontak kuman dari permukaan toilet ke kulit. Dan jangan heran, kadang-kadang suka gatal-gatal yang bisa jadi karena proses kontak tadi.
- Kalau kita bicara soal higienis, toilet jongkok ini memang yang menjadi masalahnya adalah kadang-kadang kalau memang ada sisa-sisa, itulah baunya tidak sedap. Tapi kalau sebenarnya, kita sendiri tidak akan kontak langsung dengan WC jongkok ini. Resiko kontak lebih minimal dengan menggunakan yang jongkok. Bicara masalah anatomi atau organ tubuh, yang dianjurkan duduk apa jongkok? Sebenarnya usus kita itu paling bawah (poros usus) agak berbelok sedikit. Nah, kalau kita dalam posisi jongkok, maka yang beloknya itu akan lurus. Jadi dampaknya apa? Jadi kotoran kita gampang keluar. Nggak perlu ngeden dan nggak perlu ekspresi muka yang sangat ekstrim. Ada suatu otot yang kalau misalnya kita di posisi jongkok, otot itu akan terdorong lemas sehingga kotoran menjadi mudah keluar.
Ada suatu penelitian yang menyatakan
tinggi dari toilet itu menentukan kecepatan seseorang menghabiskan sisa
kotoran. Semakin tinggi toilet, yang duduk menjadi semakin lama untuk usaha
karena ternyata dikaitkan dengan anatomi usus tadi. Selain bicara masalah
posisi, berarti yang jongkok ini lebih baik untuk posisi usus dan artinya
kotoran kita menjadi cepat keluar. Yang menjadi bermasalah itu, kenapa orang
menjadi susah buang air besar misalnya. Lama-lama kalau susah buang air besar
menjadi ambeien. Karena tadi, terlalu berlama-lama di WC. Apalagi dengan duduk nyaman
di toilet duduk, koran dari halaman 1 sampai 16 habis, update status. Itu tidak
baik ternyata untuk kesehatan dan juga tidak baik untuk anggota keluarga yang
lain. Menunggu!
Selanjutnya ada masalah resiko
Ambeien, Wasir, atau Hemoroid. Nah, berarti pencetus salah satu resikonya
adalah toilet duduk itu tadi. Dan artinya bagaimana kita WC ini kita gunakan. Memang
menjadi masalah kalau kebetulan kita gemuk, orangtua, posisi jongkok bangunnya
susah nggak? Pasti susah. Faktor usia musti diperhatikan, yang mensiasati biasanya
musti ada pegangannya agar kita benar-benar dibantu. Yang dikhawatirkan dia
duduk apa jongkok bisa berdiri kagak? Dan cedera lutut. Kemudian selain
orangtua adalah kegemukan itu juga hati-hati.
Berarti
solusinya kalau untuk masalah orangtua, kegemukan, atau ada kondisi yang tidak
kuat dengan fisiknya lebih baik yang duduk daripada yang jongkok. Tapi kalau
untuk kesehatan khusus kemudian menghindari Hemoroid atau Wasir, toilet yang
jongkok. Jadi memang sebaiknya juga ini dilatihkan pada anak-anak untuk yang
jongkok. Karena untuk memperkuat otot-otot panggulnya itu tadi, sehingga buang
air besar (BAB) itu menjadi lebih mudah setiap harinya. Karena kita kalau
bicara soal buang air besar (BAB) air kemudian serat kemudian gerakan dari usus
tersebut. Nah yang terakhir adalah kekuatan dari otot-otot yang dibawah tadi
itu. Jadi kalau kita sering melatih seperti ini misalnya otot panggul kita ini
dilatih dengan posisi WC jongkok begini itu menjadi kuat. Sehingga kita
terhindar dari penyakit susah BAB, Konstipasi. Nanti kalau kita BABnya lancar
tentu kita terhindar dari penyakit Wasir dan Ambeien.
Misalkan
di rumah tidak ada toilet jongkok adanya toilet duduk, numpang toilet tetangga
kan nggak mungkin. Solusinya apa? Karena prinsipnya tadi posisi itu dibuat
lurus. Bagaimana kita mengakalinya?
Misalnya
kita taruh kursi di depannya. Arah pembicaraannya, kita buat postur tubuh
seolah-olah toilet jongkok tapi kenyamanan tetap toilet duduk. Nah, mau baca 60
halaman silahkan.
Info by : DR. OZ Indonesia (TRANS TV)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar