Tubuh kita &
seluruh bagiannya merupakan titipan dari Allah SWT. Dimana kita sebagai umat-Nya
diminta untuk melindungi & merawatnya dengan seksama. Untuk itu, kita tidak
diperbolehkan merubah ataupun merusaknya dengan tindakan yang tidak perlu. Kita
hanya boleh turut campur dengan tubuh kita ketika memperbaiki cacat alami yang
diderita, atau menyembuhkan dari suatu penyakit. Namun sayangnya banyak yang
masih belum memahami esensi dari makna titipan ini. Banyak yang melakukan
perbuatan mengubah bentuk. Body piercing & tato adalah dua diantaranya.
Body piercing (tindik
tubuh) kini dilakukan sebagai ritual adat & menunjukkan status sosial di
masyarakat mereka. Tindik dianggap sebagai salah satu cara manusia untuk
menghias tubuh & merubah penampilan. Masing-masing negara menggunakan
tradisi tua ini sesuai kebudayaan yang dianut. Di indonesia tradisi body
piercing bisa kita temui pada warga Suku Asmat, khususnya di Kabupaten Merauke.
Dan Suku Dani di Kabupaten Jaya Wijaya, Papua. Ritual dilakukan dengan cara
menusuki bagian hidung dengan batang kayu atau tulang belikat babi sebagai
tanda telah memasuki tahap kedewasaan. Model-model body piercing dari suku-suku
inilah yang akhirnya menginspirasi komunitas piercing di dunia.
Kini menindik
tubuh bukanlah hal yang asing kita temui, bahkan pada pria sekalipun. Dulu
piercing hanya kita temukan pada kaum hawa. Itupun hanya sebatas ear piercing
(tindik telinga). Sedangkan bagi pria menurut ajaran Islam tidak memerlukan
tindik telinga. Islam melarang laki-laki untuk meniru gaya yang menyerupai
perempuan, begitu pun sebaliknya. Dalam Hadist Riwayat Bukhori tertulis:
“Rasulullah SAW melaknat orang laki-laki yang menyerupai wanita, & wanita
yang menyerupai laki-laki”. Tindik sekarang sudah mengembara ke
berbagai bagian tubuh lain yang memiliki tulang rawan (daging lunak), seperti:
hidung, bibir, alis mata, lidah, dagu, puting, pusar, & organ lain yang
biasa tertutup rapat. Perlu diingat, bahwa secara medis tindik telinga
mengandung lebih sedikit bahaya jika dibandingkan dengan tindik pada bagian
tubuh lainnya. Karena tindik dilakukan di tulang rawan yang lukanya mudah
dikontrol & infeksinya bisa dilokalisir. Namun di bagian tubuh yang lain,
seperti pada lidah sulit untuk mengontrol luka dari gesekan bahan-bahan yang
tidak higienis. Tindik lidah sangatlah berbahaya & besar resikonya. Tindik
di bagian ini bisa menyebabkan penyakit jantung & berujung pada kematian. Seperti
kita ketahui, mulut manusia mengandung berjuta-juta bakteri. Sehingga lubang
pada daerah tindikan di lidah akan membentuk sarang bakteri. Dan disitulah
kesempatan besar bakteri untuk iku mengalir bersama darah, & akhirnya dapat
menyebabkan infeksi-infeksi berat seperti
Angin a Ludwig & Endocarditis.
.jpg)

Angina Ludwig adalah infeksi akut yang menginfeksi lapisan dalam dasar mulut, yang ditandai dengan pembengkakan & dapat menutup saluran nafas. Sedangkan Endocarditis adalah infeksi pada lapisan dalam jantung yang merupakan salah satu penyebab penyakit jantung. Karena bakteri oral dapat masuk ke dalam aliran darah melalui luka di lidah & membuka jalan menuju jantung.
Dari uraian
tadi, jelaslah bahwa tindik di tempat-tempat yang tidak umum sangat berbahaya
bagi kesehatan tubuh. Terlebih jika tindik dilakukan oleh orang yang tidak
memiliki latar belakang medis, sehingga tidak bisa memberikan
pengobatan/perawatan pasca tinggi untuk mencegah terjadinya infeksi.
“Dan aku
(syaitan) benar-benar akan menyesatkan mereka, dan membangkitkan angan-angan
kosong pada mereka, dan akan menyuruh mereka memotong telinga-telinga binatang
ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya. Dan akan aku suruh mereka mengubah
ciptaan Allah, lalu benar-benar mereka mengubahnya. Barangsiapa yang menjadikan
syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka Sesungguhnya ia menderita kerugian
yang nyata”
Allah SWT telah
menciptakan manusia dengan kondisi & bentuk yang paling sempurna. Kita
diberikan kulit yang bersih saat dilahirkan ke dunia. Jika mentato, berarti ada
bagian tubuh yang kita rubah. Kulitnya yang awalnya bersih jadi tergambar.
Dalam Islam, tato dapat membawa hukuman kepada pembuat tato, bukan hanya orang
yang mentato tubuhnya. Dalam Hadist Riwayat Bukhori, Rasulullah SAW bersabda:
“Allah SWT melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta
disambungkan. Wanita yang mentato dan yang meminta ditatokan”. Alasan lain
mengapa tato haram, karena tindakan tersebut merupakan najis. Karena dalam
prosesnya bercampur dengan darah suatu zat yang najis. Saat orang ditato, tinta
tato yang dimasukkan ke dalam tubuh akan bercampur dengan darah yang ada di
dalam tubuh. Sehingga gambar yang keluar di tangan adalah campuran antara tinta
tato dengan darah yang ada di dalam tubuh. Jadi di bagian luar tubuh kita
terdapat darah kering yang telah tercampur dengan tinta yang membentuk tato.
Dikhawatirkan hal ini akan menjadi tidak sah ketika shalat dan melakukan ibadah
lainnya, karena adanya najis yang melekat didalam bentuk tato tersebut.
Namun Allah SWT
sangat sayang kepada hamba-Nya, apalagi pada hamba-Nya yang bertobat. Jika
seseorang masuk Islam, maka Allah SWT akan mematikan semua pelanggaran di masa
lalunya. Seperti Abdul Malik mantan musisi Heavy Metal Punk ini yang kemudian
pindah masuk Islam.
Dari segi medis,
tato juga sangat dilarang. Orang yang gemar bertato sangat beresiko terserang
berbagai macam penyakit. Karena dengan melukai badan dengan bertato, ketika
jarum tato mulai menusuk anggota tubuh, peluang untuk terluka sangat besar.
Pada luka itulah, bermacam bibit penyakit mengintai untuk masuk ke dalam tubuh.
Luka yang ditimbulkan dapat berakibat iritasi, yang berujung kepada infeksi dan
berbagai macam penyakit.
Fakta
menunjukkan bahwa orang yang bertato memiliki resiko untuk mendapatkan berbagai
jenis penyakit. Seperti: HIV AIDS, Hepatitis B dan C, Tetanus, Abses (bisul
bernanah), Infeksi Kronis.
Resiko lain yang
harus dihadapi yaitu, penggunaan jarum tato yang tidak steril. Tidak ada yang
bisa menjamin bahwa pentato menggunakan jarum steril & baru, dan bukan
jarum bekas yang dipakai berulang kali.
Sebagai seorang
muslim yang telah diberi petunjuk tentang mana yang haq dan mana yang bathil,
sebaiknya kita belajar tentang bagaimana merawat titipan Allah SWT berupa tubuh
kita dengan sebaik-baiknya. Dan tidak perlu ikut-ikutan mengikuti gaya hidup
yang lebih banyak merugikan bagi tubuh.
Info by : Mozaik Islam (TRANS TV)
Info by : Mozaik Islam (TRANS TV)


salam ya mbak. saya ada satu soalan, apa ya hukumya kalau perempuan itu bertindik di telinga lebih daripada satu. ertinya dia bukan saja pakai anting-anting di cuping tetapi turut juga bertindik di kawasan atas telinga (tulang yg lembut itu) harap mbak dapat membalas komentar saya dgn segera. terima kasih
BalasHapusSaya mau bertanya ?
BalasHapusSaya kan di tindik di liduh . Sudah saya lepas kurang 1 tahun , tapi lubangnya tidak hilang, lalu hukumnya apa mba ?